Anak Bilingual Terlambat Bicara? Ini Faktanya untuk Orang Tua
Belajar dua bahasa atau lebih tidak menyebabkan anak terlambat bicara. Laman edukasi keluarga yang didukung ASHA, asosiasi terapis wicara dan audiolog Amerika Serikat, menyatakan bahwa memakai beberapa bahasa tidak membingungkan anak dan tidak menyebabkan keterlambatan bicara atau bahasa. Bila anak bilingual terlambat bicara, penyebabnya perlu diperiksa seperti pada anak lain, dan bahasa di rumah tidak perlu dihentikan tanpa saran ahli.
Kekhawatiran ini sangat umum di Indonesia. Banyak anak tumbuh dengan bahasa Indonesia dan bahasa daerah, lalu mendengar bahasa Inggris dari video dan sekolah. Artikel ini membantu Anda membedakan hal yang wajar dari hal yang perlu diperiksakan.
Apakah bahasa Inggris membuat anak telat bicara?
Tidak. Ada tiga hal yang perlu diketahui dari laman "Learning More Than One Language" yang didukung ASHA:
- Beberapa bahasa tidak membingungkan anak dan tidak menyebabkan keterlambatan bicara atau bahasa.
- Mencampur kata atau aturan dari dua bahasa adalah bagian wajar dari belajar lebih dari satu bahasa.
- Orang tua sebaiknya berbicara dalam bahasa yang paling nyaman bagi mereka, karena itu membantu kemampuan bahasa anak dan menjaga kedekatannya dengan keluarga dan budayanya.
Jadi, bila anak Anda bilingual dan bicaranya terlambat, jangan langsung menyalahkan bahasa Inggris. Periksakan, seperti Anda akan memeriksakan anak yang hanya memakai satu bahasa.
Mitos dan fakta tentang anak bilingual
| Yang sering didengar | Faktanya |
|---|---|
| "Anak jadi bingung kalau diajak dua bahasa." | Laman yang didukung ASHA menyatakan beberapa bahasa tidak membingungkan anak. |
| "Mencampur bahasa berarti ada masalah." | Mencampur kata adalah bagian wajar dari belajar lebih dari satu bahasa. |
| "Berhenti saja dulu bahasa Inggrisnya." | Tidak perlu tanpa saran ahli yang memeriksa anak; yang biasanya perlu diubah adalah bentuk paparannya. |
| "Nonton video bahasa Inggris sama dengan belajar bicara." | Video melatih telinga, tetapi bicara berkembang lewat percakapan dua arah. |
| "Orang tua harus pakai bahasa Inggris supaya anak lancar." | Pakailah bahasa yang paling nyaman bagi Anda; bahasa Inggris bisa hadir dalam momen pendek. |
Kapan harus waspada dan ke dokter?
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memuat daftar tanda waspada keterlambatan bicara dalam artikel Keterlambatan Bicara (Amanda Soebadi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI–RSCM, 2013):
| Usia | Tanda waspada menurut IDAI |
|---|---|
| 0–6 bulan | Tidak menoleh bila dipanggil namanya dari belakang; tidak ada ocehan (babbling) |
| 6–12 bulan | Tidak menunjuk dengan jari pada usia 12 bulan |
| 12–18 bulan | Tidak ada kata bermakna pada usia 16 bulan |
| 18–24 bulan | Tidak ada kalimat 2 kata yang dapat dimengerti pada usia 24 bulan |
| Usia berapa pun | Kemunduran kemampuan berbicara atau kemampuan sosial |
Bila ada salah satu tanda ini, IDAI menyarankan membawa anak ke dokter anak. Saat konsultasi, ceritakan bahasa apa saja yang dipakai di rumah dan sebutkan kata-kata yang anak ucapkan dalam semua bahasanya, termasuk bahasa daerah dan bahasa Inggris. Itu memberi gambaran yang lebih lengkap.
Penting: Artikel ini bukan pengganti pemeriksaan. Hanya dokter atau tenaga profesional yang memeriksa anak Anda yang bisa menilai perkembangan bicaranya. Jangan menunda pemeriksaan karena berharap anak "nanti juga bisa sendiri".
Bagaimana dengan YouTube dan video berbahasa Inggris?
Banyak orang tua bercerita bahwa anaknya hafal lagu dan kata bahasa Inggris dari video, tetapi jarang berbicara dalam bahasa Indonesia. Yang perlu dibedakan adalah mendengar dari layar dan diajak bicara:
- Video berjalan satu arah. Anak mendengar, tetapi tidak ada yang menunggu jawabannya.
- Percakapan berjalan dua arah. Anak bertanya, menjawab, mencoba, dan mendapat tanggapan.
Untuk anak usia dini, WHO (24 April 2019) tidak menyarankan waktu layar untuk anak 1 tahun, dan untuk anak 2–4 tahun menyarankan waktu layar pasif paling lama 1 jam sehari, makin sedikit makin baik.
Langkah praktis bila anak sangat banyak menonton:
- Kurangi tontonan pasif secara bertahap, ganti dengan bermain bersama.
- Tonton bersama dan ajak bicara: "Itu apa? Warnanya apa?" dalam bahasa yang Anda pakai sehari-hari.
- Ceritakan kegiatan sehari-hari sambil melakukannya: memasak, mandi, berbelanja.
- Bacakan buku bergambar setiap hari, walau hanya beberapa halaman.
- Perhatikan tanda waspada di tabel atas, dan konsultasikan bila ada.
Bagaimana kalau anak lebih lancar bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia?
Ini juga sering diceritakan orang tua: anak menghitung, menyebut warna atau bernyanyi dalam bahasa Inggris, tetapi kesulitan mengungkapkan hal yang sama dalam bahasa Indonesia. Sering kali itu mencerminkan bahasa mana yang paling banyak ia dengar untuk topik tertentu. Bila angka dan warna lebih sering ia dengar dari video berbahasa Inggris, kata-kata itulah yang lebih dulu ia kuasai.
Yang bisa dilakukan tanpa menghentikan bahasa Inggris:
- Perkaya bahasa Indonesia (dan bahasa daerah) untuk topik yang sama. Kalau anak bilang "five, red", jawab dengan hangat lalu lanjutkan: "Iya, lima mobil merah! Mobilnya mau ke mana?"
- Jangan mempermalukan. Kalimat seperti "Kok nggak bisa bahasa Indonesia?" bisa membuat anak enggan berbicara. Berikan contoh, bukan teguran.
- Siapkan untuk sekolah. Bahasa pengantar di TK dan SD umumnya bahasa Indonesia; bermain bersama teman sebaya, membaca buku cerita berbahasa Indonesia dan bercerita tentang kegiatan sehari-hari sangat membantu.
- Lihat gambaran besarnya. Yang penting adalah apakah anak bisa berkomunikasi, memahami, dan berinteraksi dengan orang lain, dalam bahasa apa pun. Bila ada keraguan, atau ada tanda waspada di tabel atas, konsultasikan dengan dokter anak.
Strategi yang membantu keluarga bilingual
Tidak ada satu cara yang wajib. Pilih yang paling cocok dengan keluarga Anda:
| Strategi | Cara | Cocok bila |
|---|---|---|
| Satu orang, satu bahasa | Misalnya ibu berbahasa Indonesia, ayah berbahasa daerah | Setiap orang tua nyaman dengan bahasanya masing-masing |
| Waktu atau tempat | Bahasa Inggris di momen tertentu: lagu pagi, permainan sore | Orang tua tidak fasih bahasa Inggris |
| Kegiatan | Bahasa Inggris untuk satu permainan atau buku tertentu | Anak suka rutinitas yang jelas |
Apa pun strateginya, jagalah bahasa di rumah tetap kaya: banyak bercerita, bernyanyi, bertanya dan mendengarkan. Ide kegiatan bahasa Inggris yang singkat dan interaktif ada di Cara Mengajarkan Bahasa Inggris pada Anak di Rumah, dan pertanyaan soal kapan mulai dibahas di Usia Berapa Anak Sebaiknya Mulai Belajar Bahasa Inggris?.
Ringkasnya
- Bilingual bukan penyebab keterlambatan bicara; mencampur bahasa itu wajar.
- Tanda waspada (IDAI) dan kemunduran kemampuan bicara atau sosial perlu diperiksakan ke dokter anak.
- Utamakan percakapan dua arah daripada tontonan pasif.
- Bicaralah dalam bahasa yang paling nyaman bagi Anda; bahasa Inggris hadir dalam momen pendek yang menyenangkan.
Topik lain seputar anak dan bahasa Inggris, seperti lagu, kartun dan screen time, ada di Panduan Orang Tua.
Sumber
- ASHA / CHSA, "Learning More Than One Language" (helpingyoucommunicate.org), dibaca 5 Oktober 2026.
- IDAI, "Keterlambatan Bicara", Amanda Soebadi, 21 Juni 2013 (idai.or.id), dibaca 5 Oktober 2026.
- WHO, 24 April 2019 (who.int), dibaca 5 Oktober 2026.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah anak bilingual pasti terlambat bicara?
Tidak. Laman edukasi keluarga yang didukung ASHA menyatakan bahwa memakai lebih dari satu bahasa tidak membingungkan anak dan tidak menyebabkan keterlambatan bicara atau bahasa. Bila anak bilingual terlambat bicara, penyebabnya perlu diperiksa seperti pada anak lain.
Anak saya mencampur bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Apakah itu masalah?
Biasanya tidak. Mencampur kata atau aturan dari dua bahasa disebut sebagai bagian wajar dari belajar lebih dari satu bahasa. Tanggapi isi pembicaraannya, lalu ulangi kalimatnya dengan wajar tanpa memarahi.
Anak saya hanya mau bicara bahasa Inggris dari YouTube. Bagaimana?
Kurangi tontonan pasif, tonton bersama, dan perbanyak percakapan, permainan serta membaca buku dalam bahasa yang Anda pakai sehari-hari. Bila ada tanda waspada perkembangan bicara atau sosial, bawa anak ke dokter anak.
Kapan anak yang terlambat bicara perlu dibawa ke dokter?
Menurut IDAI, tanda waspada antara lain: tidak menoleh saat dipanggil dan tidak mengoceh di usia 0–6 bulan, tidak menunjuk dengan jari di usia 12 bulan, tidak ada kata bermakna di usia 16 bulan, dan tidak ada kalimat 2 kata yang dapat dimengerti di usia 24 bulan. Pada usia berapa pun, kemunduran kemampuan bicara atau sosial perlu diperiksakan ke dokter anak.
Apakah saya harus berhenti mengajarkan bahasa Inggris?
Tidak perlu, kecuali disarankan oleh dokter atau terapis yang memeriksa anak Anda. Yang biasanya perlu diubah adalah bentuknya: lebih banyak interaksi dan percakapan, lebih sedikit tontonan pasif.
Bahasa apa yang sebaiknya dipakai orang tua di rumah?
Bahasa yang paling nyaman dan paling lancar bagi Anda, entah bahasa Indonesia, bahasa daerah, atau keduanya. Bahasa Inggris bisa hadir dalam momen pendek yang menyenangkan, seperti lagu atau permainan.
Di Lumi Kids, burung hantu Lumi mengobrol langsung dengan anak Anda, membetulkan kesalahan dengan lembut, dan memberi bintang untuk setiap kemajuan. Untuk usia 4–9 tahun, tanpa iklan. Dua level pertama gratis.
Unduh di App Store

